Rokan Hilir- Camat Andri Munawar S.STP. M.Si didampingi Pj Penghulu Muhtar S,Pd ikut kelapangan bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Sinaboi yang melaksanakan kegiatan fogging di wilayah Kepenghuluan Raja Bejamu. Selasa (9/6/2026)
Kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) khususnya di wilayah Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir.
Pantauan dilapangan, petugas melakukan kegiatan fogging pada sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain penyemprotan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan 3M Plus untuk mencegah penyebaran DBD.
Disela kegiatan itu, Camat Sinaboi, Andri Munawar, S.STP., M.Si, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kecamatan, pemerintah kepenghuluan, dan tenaga kesehatan dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan fogging ini dapat menekan risiko penyebaran DBD. Namun yang paling penting adalah partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dirumahnya masing-masing agar nyamuk pembawa penyakit DBD ini berkembang biak, ujarnya.
Ditambahkan oleh Pj Penghulu Raja Bejamu, Muhtar, S.Pd, yang mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Sinaboi telah bersinergi dengan tenaga kesehatan yang telah turun langsung ke lapangan.
Ia juga mengajak masyarakat khususnya di Kepenghuluan Raja Bejamu untuk terus menjaga kebersihan lingkungan demi terciptanya lingkungan yang sehat.
Selain itu, Pj DBD puskesmas sinaboi Ners Riko S, Kep menjelaskan adapun kasus DBD yang menjadi dasar pelaksanaan fogging tersebut sebenarnya telah ditemukan pada akhir Mei lalu. Namun, pelaksanaan fogging baru dapat dilakukan saat ini karena terkendala ketersediaan alat fogging.
“Kasus DBD tersebut ditemukan pada akhir Mei lalu. Namun fogging baru bisa dilaksanakan sekarang karena alat fogging yang digunakan sebelumnya tidak tersedia atau mengalami kerusakan, sehingga perlu menunggu perbaikan dan kesiapan peralatan,” jelas Riko.
Meski demikian, pihak Puskesmas Sinaboi tetap melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti penyelidikan epidemiologi, pemantauan lingkungan, serta sosialisasi kepada masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk.
Kegiatan fogging (tindakan pengasapan menggunakan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa) berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga Kepenghuluan Raja Bejamu. Diharapkan melalui kerja sama seluruh pihak, penyebaran DBD dapat dicegah dan kesehatan masyarakat tetap terjaga. (Iwandi)









