• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Kamis, Februari 5, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Kabar Sumatera
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Musrembang Tingkat Kecamatan, Camat Sinaboi: Susun RKPD Sesuai Kebutuhan Masyarakat

    Musrembang Tingkat Kecamatan, Camat Sinaboi: Susun RKPD Sesuai Kebutuhan Masyarakat

    Camat Sinaboi Gandeng Pengusaha Lokal Perbaiki Jalan Lintas 

    Camat Sinaboi Gandeng Pengusaha Lokal Perbaiki Jalan Lintas 

    Pj. Penghulu Raja Bejamu Ajak Para Staf dan Masyarakat Perbaiki Jembatan

    Pj. Penghulu Raja Bejamu Ajak Para Staf dan Masyarakat Perbaiki Jembatan

    Polres Rokan Hilir Kembali Musnahkan 4 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five

    Polres Rokan Hilir Kembali Musnahkan 4 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five

    Camat Sinaboi Menghadiri Kegiatan Pemancangan Pertama Jembatan Kampung Aman 

    Camat Sinaboi Menghadiri Kegiatan Pemancangan Pertama Jembatan Kampung Aman 

    Camat Andri Munawar Melakukan Kunjungan Kerja di Puskesmas Sinaboi

    Camat Andri Munawar Melakukan Kunjungan Kerja di Puskesmas Sinaboi

    Penghulu Sinaboi dan Sungai Bakau Siap Bekerja Sama dengan Camat Sinaboi

    Penghulu Sinaboi dan Sungai Bakau Siap Bekerja Sama dengan Camat Sinaboi

    Camat Sinaboi Terima Kunjungan Kerja Tim Review Inspektorat Rohil 

    Camat Sinaboi Terima Kunjungan Kerja Tim Review Inspektorat Rohil 

    Polsek Sinaboi Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Kantor Camat 

    Polsek Sinaboi Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Kantor Camat 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Kabar Sumatera
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Musrembang Tingkat Kecamatan, Camat Sinaboi: Susun RKPD Sesuai Kebutuhan Masyarakat

    Musrembang Tingkat Kecamatan, Camat Sinaboi: Susun RKPD Sesuai Kebutuhan Masyarakat

    Camat Sinaboi Gandeng Pengusaha Lokal Perbaiki Jalan Lintas 

    Camat Sinaboi Gandeng Pengusaha Lokal Perbaiki Jalan Lintas 

    Pj. Penghulu Raja Bejamu Ajak Para Staf dan Masyarakat Perbaiki Jembatan

    Pj. Penghulu Raja Bejamu Ajak Para Staf dan Masyarakat Perbaiki Jembatan

    Polres Rokan Hilir Kembali Musnahkan 4 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five

    Polres Rokan Hilir Kembali Musnahkan 4 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five

    Camat Sinaboi Menghadiri Kegiatan Pemancangan Pertama Jembatan Kampung Aman 

    Camat Sinaboi Menghadiri Kegiatan Pemancangan Pertama Jembatan Kampung Aman 

    Camat Andri Munawar Melakukan Kunjungan Kerja di Puskesmas Sinaboi

    Camat Andri Munawar Melakukan Kunjungan Kerja di Puskesmas Sinaboi

    Penghulu Sinaboi dan Sungai Bakau Siap Bekerja Sama dengan Camat Sinaboi

    Penghulu Sinaboi dan Sungai Bakau Siap Bekerja Sama dengan Camat Sinaboi

    Camat Sinaboi Terima Kunjungan Kerja Tim Review Inspektorat Rohil 

    Camat Sinaboi Terima Kunjungan Kerja Tim Review Inspektorat Rohil 

    Polsek Sinaboi Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Kantor Camat 

    Polsek Sinaboi Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Kantor Camat 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Satu Tahun Pembantaian Umat Islam di Selandia Baru

20 Maret 2020
in Berita Utama, Infotorial

Keluarga korban pembantaian di Chrischruch Selandia Baru meletakkan rangkaian bungga di lokasi pembantaian. foto amran

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

SumatraTimes.co.id – Umat Islam Selandia Baru memperingati satu tahun peristiwa Penembakan Chrischurch yang dimulai dengan solat Jum’at (13/3/2020), dihadiri ribuan orang.

Trauma terus membayangi para korban dan keluarganya, sementara terdakwa teroris Brenton Tarrant masih menunggu jadwal sidang di pengadilan.

Imam Masjid Al Noor Gamal Fouda, selamat dari penembakan di hari Jum’at, 15 Maret 2019, karena berlindung di balik mimbar. Ia baru saja menyampaikan khotbah saat itu.

Sebanyak 42 jamaahnya tewas dan puluhan lainnya luka-luka, dan 9 orang jamaah di musala Linwood Islamic Centre juga tewas di tangan teroris asal Australia itu.

Menurut Fouda, ia mulai bisa mencerna peristiwa ini pada November 2019 lalu, namun ia masih terus merasa trauma hingga sekarang.

Saat sang imam bersembunyi di balik mimbar, Fouda menembaki 42 jamaah dengan senjata mesin, kembali ke mobilnya untuk mengisi peluru, lalu menembaki beberapa orang lagi.

Fouda mengatakan umat Islam di Christchurch sudah berusaha melakukan pemulihan namun secara umum mereka belum pulih.

“Kami berusaha sebaik-baiknya dan kembali lagi ke masjid ini. Bila kita takut, maka dia (Tarrant) akan menang,” ujarnya kepada media setempat.

Korban selamat lainnya yaitu Ahmad Jahangir, yang menunaikan salat Jum’at di Linwood. Padahal, ia sempat berhadap-hadapan dengan Tarrant, yang langsung melepaskan tembakan ke bagian dadanya.

Jahangir terjungkal ke arah bagian jamaah perempuan, hanya beberapa langkah dari istrinya yang juga berada di sana saat itu.

Jahangir menjalani sejumlah operasi selama tiga bulan, namun peluru yang menembus bahunya menyebabkan tangan kanannya tak bisa lagi berfungsi. Untuk selamanya.

Trauma juga dialami pasangan Jannah Ezat dan Hazim al Umari, orangtua dari Hussein al Umari (35) yang tewas dalam pembataian. Jannah mengaku Hussein sering muncul dalam mimpinya, dan meminta kedua orangtuanya untuk selalu menziarahi kuburnya.

Hussein dimakamkan di pinggiran kota Christchurch, dan ke sanalah pasangan ini pergi jika merindukan anak mereka. Saat ditemui ABC di sana, Hazim tampak meletakkan telapak tangannya di rumput makam anaknya.

“Saya selalu merasakan kehangatan darinya kalau melakukan hal ini,” ujarnya.

Pasangan ini mengaku mendapatkan kekuatan untuk meneruskan hidup mereka setiap kali berziarah ke makam Hussein.

Kehilangan mendalam juga dirasakan Aya, adik dari Hussein. Namun ia bangga setelah mengetahui bahwa kakaknya bisa melarikan diri namun memilih bertahan.

Hussein, menurut para saksi mata, bertahan di lokasi dan menolong korban lainnya serta mencoba menghentikan Tarrant.

Meski keluarga ini dan banyak orang di Christchurch menganggap Hussein sebagai pahlawan, namun sesekali mereka berharap tidak demikian.

“Pada saat tertentu saya bertanya-tanya, mengapa dia tidak melarikan diri saja?” ujar Aya.

“Tapi kemudian saya sadar bahwa semua yang terjadi ada sebabnya. Dia tak melarikan diri dan kami ditinggalkannya demi suatu alasan,” katanya.

Alasan itu, katanya, agar mereka bisa menyampaikan pesan bahwa kebencian tidak dapat dibenarkan.

Korban selamat lainnya, Muhammad Feroze Ditta, mengaku mengalami kesulitan tidur hingga kini.

“Saya masih sering mendengar teriakan di malam hari. Bagaimana bisa melupakannya,” kata Feroze, seperti dilaporkan wartawan ABC Barbara Miller, Mitchell Woolnough dan Kevin Nguyen.

Saat kejadian, ia berada di syaf bagian belakang jamaah Masjid Al Noor. Saat teroris itu muncul, ia berlari ke pintu samping, namun pintu itu tak bisa terbuka.

Kini ia menduga mereka tak bisa membuka pintu samping ini karena panik. Pada akhirnya sejumlah jamaah berhasil mendobraknya, namun pintu itu hanya terbuka sebagian.

Ketika teroris melontarkan tembakan membabi-buta ke seantero ruang salat, Feroze kena tiga peluru di bagian betisnya.

Sejumlah jamaah lainnya jatuh menimpa Feroze. Dan ia pun berada dalam posisi itu hingga aksi brutal Tarrant berakhir.

Kini setahun kemudian, Feroze tetap merasakan teror dari kekejaman pria asal Australia itu di Masjid Al Noor.

“Baru dicat. Karpetnya juga baru. Namun yang tersembunyi di balik semua ini adalah darah dan air mata. Di balik semua ini ada rasa sakit dan derita,” ujar ayah dua anak ini.

Kesedihan mendalam juga dialami Ambreen Naeem, yang kehilangan suami Rashid Naeem dan anak sulung Talha. Ia kini harus menjadi orangtua tunggal untuk dua anaknya yang lain.

Ambreen mengaku telah mendapat banyak dukungan dari warga lainnya saat dia berusaha meneruskan hidupnya.

“Tidak lengkap lagi tanpa mereka, tapi saya berusaha sebaik-baiknya,” ujarnya.

Peringatan setahun pembantaian ini akan dilakukan hari Minggu di lapangan depan Masjid Al Noor, dihadiri PM Jacinda Ardern.

Sementara pengadilan setempat menetapkan terdakwa teroris Brenton Tarrant akan mulai diadili dengan total 92 dakwaan pada bulan Juni 2020.

Menurut Gamal Fouda, keyakinan agamanya memberinya ketenangan. Para korban tewas, katanya, kini berada di tempat yang lebih baik.

“Kami yakin mereka berbahagia. Mereka bersama Tuhan sekarang. Mereka berada di surga,” ujarnya. (sumber: Elshinta.com)

Editor : Amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Kabar Sumatera
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.