Kubu Babussalam- Masyarakat memberikan apresiasi pelaksanaan roda pemerintahan di Kepenghuluan Pulau Halang Belakang, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Pasalnya, semua program yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun 2025 sudah dapat dinikmati masyarakat.
Hal itu disebabkan, Pemerintah Kepenghuluan Pulau Halang Belakang selalu melibatkan semua komponen masyarakat dalam wacana pelaksanaan kegiatan yang diselaraskan dengan program pemerintah pusat.

Terlihat juga hubungan harmonisasi lembaga BPKep dengan pemerintahan Kepenghuluan, pandangan pendapat dari sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita, serta tokoh agama menjadi jembatan bagi pemerintah Kepenghuluan Pulau Halang Belakang dalam melahirkan keputusan-keputusan yang keberpihakan bagi masyarakat.
Sejauh ini, Pemerintah Kepenghuluan Pulau Halang Belakang telah merealisasikan sejumlah program diantaranya yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT), Dana Desa (DD), sebesar Rp 79.000.000 diterima sebanyak 27 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pembagunan lantai tempat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sebesar Rp 82.491.000.

Kemudian pembentukan program Asta cita Presiden Republik indonesia Koperasi Desa Merah Putin sebesar Rp 7.000.000, dan bidang olah raga bagi masyarakat Kepenghuluan Pulau Halang Belakang berupa turnamen mini soccer.
Guna memastikan semua program berjalan, dan terealisasi sesuai dengan juknis, pemerintah Kepenghuluan Pulau Halang Belakang selalu melibatkan pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Badan Permusyawaratan Kepenghuluan Pulau Halang Belakang (BPKep).
“Dalam pengelolaan anggaran Desa, kami mengedepankan musyawarah, dan mufakat dengan melibatkan lembaga mitra Kepenghuluan baik dari BPKep, TNI-Polri, pendamping, dan semua unsur komponen masyarakat,” kata Penghulu Pulau Halang Belakang, Faizal Abdul Chalid SPd.
Lanjut Penghulu, semau program pembangunan baik bidang fisik, sosial, ketahanan pangan lahir dari usulan masyarakat, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat bagi warga.
“Intinya, semua program baik pembangunan fisik, kegiatan sosial BLT DD, program ketahan pangan, maupun kegiatan lainnya lahir dari aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, melalui Dana Desa, Kepenghuluan Pulau Halang Belakang dapat membangun infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia, dengan prioritas pada kegiatan swakelola yang menyerap tenaga kerja lokal untuk menciptakan desa mandiri dan sejahtera.

“Keberadaan Dana Desa ini sangat berdampak positif dalam pembangunan, begitu juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal melalui Padat Karya Tunai (PKT), terlebih melalui program BLT DD dapat mengentaskan kemiskinan extrim di Kepenghuluan Pulau Halang Belakang,” pungkasnya. (Galeri photo Desa Rohil Membangun)









