Bagansiapiapi- Permasalahan kelangkaan BBM jenis Pertalite di Ibukota Kabupaten Rokan Hilir Kota Bagansiapiapi di masa Lebaran Idul Fitri 1447 hingga pada hari Raya Idul Fitri ke 5 benar- benar telah menyita perhatian Publik.
Satu-satunya sumber Pertalite yang beroperasi hanyalah pada SPBU milik swasta dijalan Bintang Kepenghuluan Bagan Jawa. Ditambah kebutuhan Hilir mudik yang meningkat, untuk mendapatkan BBM Pertalite di pom Bensin masyarakat harus rela berpanas-panasan antri hingga berjam-jam lamanya.
Sedangkan ketersedian ditempat pedagang eceran didapati kosong tidak ada aktivitas jual beli dan kalaupun ada yang jual harga Per liternya mencapai Rp 20.000.
Lebih jauh, penyebab lain terjadinya Kelangkaan BBM jenis Pertalite ialah SPBU Batu 4 jalan Kecamatan di bawah naungan PT SPRH Perseroda milik Pemkab Rohil tidak beroperasi hingga pada hari ini. Kamis (26/4/2026)
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Rohil Maston angkat bicara dan meminta Bupati H.Bistamam selaku pemegang saham Tunggal bersama PT SPRH Perseroda segera mencari solusi supaya tidak menambah kekhawatiran pada kalangan masyarakat.
Selaku Wakil Rakyat, Maston berharap Pemda Rohil harus bisa hadir dengan menyikapi langkah- langkah apa ? Dengan segala kemungkinan bisa terjadi.
“Kelangkaan BBM ini jangan sampai berkelanjutan hingga bisa berdampak sosial hingga jangan berdampak kesejahteraan masyarakat” demikian ungkap Politisi PDI Perjuangan Maston kemarin Rabu (25/4/2026).
Pada hari itu, reaksi dan keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan mahalnya harga eceran BBM jenis Pertalite (Rp. 20.000 per liter) memuncak. Bermacam gaya keluhan masyarakat bertebaran viral di pelbagai media sosial. Beruntung Pemda Rohil melalui Disprindagsar melalui media menanggapi bahwa ketersedian BBM jenis Pertalite di Ibukota Kabupaten Rokan Hilir khususnya kota Bagansiapiapi masih pada titik aman dan terkendali.
Bupati H.Bistamam sendiri juga secara resmi mengatakan bahwa terjadinya Kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Rokan Hilir melainkan karena geopolitik (fenomena global)
Lalu apa solusinya, narasumber berkompeten mengatakan, Masyarakat masih menunggu dan berharap tindak lanjut dari Kebijakan Bupati H.Bistamam selaku pemegang saham Tunggal pada PT SPRH Perseroda berbunga dan berbuah manis.
Meskipun dalam kondisi diduga SPJ Tahun 2025 PT SPRH Perseroda hingga Minggu terakhir bulan April Tahun 2026 belum diserahkan ke Pengurus (Direksi ) baru.
Saat bersamaan, Keuangan pada unit usaha SPBU Batu 4 bisa dikatakan kosong, Keuangan PT SPRH Perseroda (Puluhan Miliar) dalam beberapa Bank masih di blokir, serah terima dari Direksi yang lama ke Direksi yang baru belum ada. Direktur Utama belum di pilih dan dalam waktu dekat kabarnya akan dilakukan RUPS. (Hendri)









