Bagansiapiapi- Investasi 10 Miliar PT. Energi Sarana Pembangunan Rokan Hilir ke PT. Kando Utama Mandiri jadi perbincangan Publik.
Banyak pihak telah membicarakan dan telah memposting di medsos photo bukti kwitansi berjumlah 10 Miliar anak Perusahaan PT SPRH Perseroda yang dikirimnya pada PT Kando Utama Mandiri pertanggal 25 September 2025 kemarin.
Senyap, lenyap 10 miliar PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir anak dari PT SPRH, unggah salah seorang Masyarakat “Mustaqim” di laman Facebooknya.
Menurut isi dari poin A dalam kontrak perjanjian kerjasama (MoU) antara kedua PT tersebut berisikan bahwa pihak pertama (PT. Energi Saran Pembangunan Rokan Hilir) selalu pemilik dana investasi telah menyerahkan dana sebanyak 10 Miliar kepada pihak kedua (PT. Kando Utama Mandiri) untuk digunakan sebagai modal kerja (tapi kerja apa tidak disebut secara tertulis)
Pada Poin B disebutkan, pihak kedua adalah perseroan yang mempunyai ruang lingkup proyek yang akan di biayai :
– Proyek yang berada di seluruh Indonesia (Proyek jenis apa tidak di sebutkan)
– Proyek yang dikerjakan adalah proyek yang Halal dan mempunyai kontrak kerja yang jelas
– Kontrak yang dikerjakan harus memberi imbal balik sebesar 8 % terhitung dari nominal modal yang telah dikeluarkan oleh pihak pertama.
Tertuang dalam kontrak ini maksud dan tujuan, bahwa pada poin 4 pihak pertama akan mendapatkan keuntungan dari dana investasi menurut persentase keuntungan yang telah di sepakati bersama sebagaimana diatur perjanjian.
Anehnya adalah pada poin ke 5, pihak pertama selaku pemberi modal dalam jangka tiga tahun meminta atau mengharapkan agar pihak kedua berkewajiban untuk membantu, membina serta memfasilitasi pihak pertama sehingga dapat mandiri dan berkesempatan menjadi vendor pada beberapa perusahaan Nasional.
Tak cukup sampai sampai disitu, kedua belah pihak pada pasal (2) azas nota kesepahaman menyepakati adapun dasar kerjasama yang menggelontorkan dana sebanyak 10 Miliar ini hanyalah berdasarkan azas kepercayaan, kesamaan derajat dan saling menguntungkan serta musyawarah untuk mufakat dengan tetap menggunakan cara yang profesional dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi.
Terkait hal itu, Direktur PT Energi Sarana Pembangunan Rokan Hilir Fauzi Gunawan Senin (26/4/2026) saat di konfirmasi sudah berapa banyak kah keuntungan dari laba investasi ke PT Kando Utama Mandiri dan berapakah tinggal dana di kas perusahaan namun dia menyebut bahwa kalau tak Rabu atau kamis mendatang pihaknya akan melakukan konferensi pers.
“Rabu atau Kamis besok kita jumpa, sekalian data- data semua saya berikan. Sekalian yang kerjasama PT Miderpa. Kita konferensi pers nanti, pungkasnya. (Haes)









