• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Selasa, Mei 26, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Infotorial

Pemerintah Hong Kong Umumkan Penundaan RUU Ekstradisi

16 Juni 2019
in Infotorial
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

HONG KONG  – Pemerintah Hong Kong akhirnya mengumumkan penundaan pembahasan UU Ekstradisi. Penundaan pembahasan UU Ekstradisi setelah mendapat protes keras dari rakyat Hong Kong.

Dalam konferensi pers, Chief Executive Hong Kong Carrie Lam menuturkan peraturan itu sudah menimbulkan keraguan, kesalah pahaman, dan perpecahan pada rakyat Hong Kong.

“Saya harus mengakui bahwa dalam komunikasi dan penjelasan ada kekurangan,” kata Lam, sebagai mana dilansir dari kompas.com, Sabtu, 15 Juni 2019.

Sebab itu, dia menerima saran untuk ‘menunda dan berpikir’. Lam menjelaskan dia harus bertumpu kepada kepentingan terbesar Hong Kong. Termasuk di antaranya memulihkan perdamaian serta ketertiban.

Lam mengumumkan bahwa penundaan itu bakal berlangsung hingga mereka mendengarkan seluruh opini mengenai dampak dari UU Ekstradisi itu jika diterapkan.

“Sebab itu, kami tidak berniat mengumumkan tenggat waktu kapan penundaan ini bakal berakhir,” tegas politisi 62 tahun.

Meski begitu, Lam bersikukuh bahwa pemerintah mengusulkan adanya undang-undang itu untuk ‘menambal lubang’ supaya Hong Kong tidak menjadi tempat persembunyian kriminal.

Sejatinya, UU Ekstradisi itu bakal mengekstradisi penjahat jika mendapat permintaan dari otoritas China daratan, pemerintah Macau, mau pun Negara Taiwan didasarkan kasus per kasus. Usulan itu muncul setelah seorang pria Hong Kong membunuh pacarnya ketika mereka berlibur di Taiwan. Namun, pria itu tidak bisa diesktradisi.

Sejumlah pejabat Hong Kong, termasuk Lam, menegaskan bahwa keberadaan undang-undang itu tidak lain memberi perlindungan dari para kriminal. Namun, muncuk kekhawatiran dari kalangan aktivis oposisi jika peraturan itu bisa digunakan untuk menargetkan lawan politik dan mengirim mereka ke China daratan.

Selain itu, para aktivis itu menyoroti jika nantinya UU itu disahkan, maka Hong Kong bakal semakin terbenam ke dalam kontrol Negara Tirai Bambu. Pada Minggu pekan lalu, 9 Juni 2019, aksi damai yang diklaim diikuti oleh satu juta orang dilakukan sebagai bentuk memprotes peraturan tersebut.

Pada Rabu 12 Juni 2019, puluhan ribu orang melakukan unjuk rasa dengan memenuhi jalanan di sekitar kantor pemerintah demi menghentikan sesi debat.

Tensi pun memanas di mana polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa, di mana 22 polisi dan 60 demonstran terluka.

 

Editor : ST2

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.