• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Rabu, April 22, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Komitmen Berantas Narkoba, Polsek Sinaboi Ungkap Dugaan Kasus Narkotika 

    Komitmen Berantas Narkoba, Polsek Sinaboi Ungkap Dugaan Kasus Narkotika 

    Konferensi Pers Direksi PT SPRH Terkait Tunggakan Puluhan Gaji Karyawan 

    Konferensi Pers Direksi PT SPRH Terkait Tunggakan Puluhan Gaji Karyawan 

    Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Hingga Ketua LAM Apresiasi Kinerja Polres Rohil 

    Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Hingga Ketua LAM Apresiasi Kinerja Polres Rohil 

    Sekda Rohil Lantik 43 Pejabat Eselon III dan IV, Leo Alhaksbi Jabat Kabid SMP

    Sekda Rohil Lantik 43 Pejabat Eselon III dan IV, Leo Alhaksbi Jabat Kabid SMP

    Polsek Panipahan Colling Sistem di Teluk Pulai Demi Ciptakan Kamtibmas Kondusif 

    Polsek Panipahan Colling Sistem di Teluk Pulai Demi Ciptakan Kamtibmas Kondusif 

    Polres Rohil Gelar “Senam Pagi Sehat” Bersama Masyarakat Panipahan

    Polres Rohil Gelar “Senam Pagi Sehat” Bersama Masyarakat Panipahan

    Polsek Panipahan Lakukan Himbauan Kamtibmas di Gereja HKBP 

    Polsek Panipahan Lakukan Himbauan Kamtibmas di Gereja HKBP 

    Pendekatan Humanis, Polres Rohil Gelar Lomba Lari 100 Meter Di Panipahan 

    Pendekatan Humanis, Polres Rohil Gelar Lomba Lari 100 Meter Di Panipahan 

    Cegah Peredaran Narkotika, Tim Opsal Polsek Sinaboi Lakukan Patroli 

    Cegah Peredaran Narkotika, Tim Opsal Polsek Sinaboi Lakukan Patroli 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Komitmen Berantas Narkoba, Polsek Sinaboi Ungkap Dugaan Kasus Narkotika 

    Komitmen Berantas Narkoba, Polsek Sinaboi Ungkap Dugaan Kasus Narkotika 

    Konferensi Pers Direksi PT SPRH Terkait Tunggakan Puluhan Gaji Karyawan 

    Konferensi Pers Direksi PT SPRH Terkait Tunggakan Puluhan Gaji Karyawan 

    Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Hingga Ketua LAM Apresiasi Kinerja Polres Rohil 

    Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Hingga Ketua LAM Apresiasi Kinerja Polres Rohil 

    Sekda Rohil Lantik 43 Pejabat Eselon III dan IV, Leo Alhaksbi Jabat Kabid SMP

    Sekda Rohil Lantik 43 Pejabat Eselon III dan IV, Leo Alhaksbi Jabat Kabid SMP

    Polsek Panipahan Colling Sistem di Teluk Pulai Demi Ciptakan Kamtibmas Kondusif 

    Polsek Panipahan Colling Sistem di Teluk Pulai Demi Ciptakan Kamtibmas Kondusif 

    Polres Rohil Gelar “Senam Pagi Sehat” Bersama Masyarakat Panipahan

    Polres Rohil Gelar “Senam Pagi Sehat” Bersama Masyarakat Panipahan

    Polsek Panipahan Lakukan Himbauan Kamtibmas di Gereja HKBP 

    Polsek Panipahan Lakukan Himbauan Kamtibmas di Gereja HKBP 

    Pendekatan Humanis, Polres Rohil Gelar Lomba Lari 100 Meter Di Panipahan 

    Pendekatan Humanis, Polres Rohil Gelar Lomba Lari 100 Meter Di Panipahan 

    Cegah Peredaran Narkotika, Tim Opsal Polsek Sinaboi Lakukan Patroli 

    Cegah Peredaran Narkotika, Tim Opsal Polsek Sinaboi Lakukan Patroli 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Politik/Parlemen/DPRD

Bisnis Pakaian Lya, Yang Kini Beromzet Rp 800 Juta Per Bulan

28 Juli 2019
in Politik/Parlemen/DPRD

Lia Nilandewi, pemilik Lya Moslem Gallery dalam acara CMA 2019 di Jakarta, Kamis, 11 April 2019. foto kompas.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 

JAKARTA.Sumatratimes.com – Lya Nilandewi atau yang kerap disapa Lya, adalah seorang pengusaha konveksi baju-baju muslim yang diberi nama Lya Moslem Gallery.

Awalnya, Lya menekuni usaha kuliner. Namun dia merasa usaha kuliner tidak cocok dengannya sebab memakan banyak tenaga dan mudah basi.

Lya akhirnya berputar haluan menjual baju-baju hijab setelah diajak kakaknya. Lya mulai menjual baju-baju hijabnya di tempat arisan. Kemudian usaha itu terus berkembang hingga memiliki toko dan konveksi sendiri.

Sayangnya, toko itu bangkrut, disebabkan penumpukam stok dari konveksi, sementara pembeli tidak sesuai harapan. Belajar dari kebangkrutan dari kebangkrutan itu, Lya belajar banyak hal. Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan usaha konvensionalnya dan beralih ke sistem on line.

Dia memberlakukan sistem pre-order sehingga tidak ada stock yang terbuang. Lya seorang pekerja keras. Biasanya dia mampu bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 10 malam. Namun, saat itu Lya belum memiliki brand sendiri.

Dia hanya maklum, brand-brand terkenal yang nantinya dikirim ke Asia dan Eropa. Omzetnya pun hanya Rp 60 juta per bulan.

“Produk yang saya buat nanti di re-branding di Malaysia. Kemudian di ekspor ke Asia dan Eropa termasuk Korea,” kata Lya Nilandewi, kepada Kompas.com, Kamis (11/4/2019).

Pada Mei 2017, Lya kemudian mengikuti ajang Citi Micro Entrepreneurship Award (CMA) dan keluar menjadi juara dalam kategori Best Women Micro Entreprenurship. Ajang ini membawa perubahan bagi bisnis yang digelutinya.

Berkat arahan mentor, Lya lebih mengerti pemasaran dan perekrutan tenaga kerja. Dia pun disuruh membuka brand sendiri agar keuntungannya semakin bertambah.

“Dari situ perubahannya banyak banget. Tenaga kerja saya lebih banyak dan omzet penjualan pun lebih meningkat,” ucap Lya.

Bulan November 2017, Lya mulai membuka brand sendiri dengan modal Rp 6 juta. “Cuma Rp 6 juta, ha ha ha. Saya inget banget waktu itu beli kain pake kresek untuk bikin dua model saja. Kemudian saya promosikan di instagram. Saya pun selanjutnya cari endorse gratisan,” ungkap Lya.

Setahun berselang, usahanya laris manis. Dia juga terus membangun relasi dengan agen-agen. Saat ini, sudah terdapat 95 agen yang berbisnis bersamanya. Produknya telah berhasil menembus pasar Malaysia dan Jepang.

Baju muslim dan khimar yang dibandrol dengan harga Rp 500.000 sampai Rp 600.000, telah mendapat pesanan hingga 1.000 per model per hari. Lya mengaku kewalahan dengan pesanan yang selalu membludak setiap hari.

Pegawainya pun bertambah banyak. Awalnya dia hanya memiliki 10 karyawan dengan 3 orang dibagian penyelesaian (finishing). Saat ini, karyawannya telah mencapai 50 orang. Dalam setahun sejak membuka brand sendiri, omzetnya telah mencapai ratusan juta rupiah per bulan, yaitu Rp 800 juta.

Menurut Lya, omzet tersebut mampu dia raih sebab dia pekerja keras, membangun relasi, terus menghargai produktivitas para karyawan, dan mempelajari kebutuhan pasar.

“Saya pekerja keras. Kalau belum capai target terus saya kerjakan. Selain itu saya juga terus membangun relasi, dan menghargai produktivitas karyawan. Saya suka adakan gathering agar karyawan semangat. Jangan lupa, selalu ikut keinginan pasar sekarang,” papar Lya.

 

Editor : Amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.