• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Rabu, Juni 10, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Camat Sinaboi Dampingi Puskesmas Gelar Fogging di Raja Bejamu

    Camat Sinaboi Dampingi Puskesmas Gelar Fogging di Raja Bejamu

    Penghulu Rafika Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk 420 KK di Sinaboi

    Penghulu Rafika Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk 420 KK di Sinaboi

    Kapolsek Sinaboi Berikan Penyuluhan Hukum Bahaya Narkoba di SMAN 1 

    Kapolsek Sinaboi Berikan Penyuluhan Hukum Bahaya Narkoba di SMAN 1 

    Polsek Panipahan Pantau Pertumbuhan Jagung pipil Petani 

    Polsek Panipahan Pantau Pertumbuhan Jagung pipil Petani 

    Penghulu Sinaboi Pimpin Gotong Royong Perbaikan Jalan Rusak 

    Penghulu Sinaboi Pimpin Gotong Royong Perbaikan Jalan Rusak 

    Penghulu Rafika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Jalan Satria RT 10

    Penghulu Rafika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Jalan Satria RT 10

    Polsek Sinaboi Cek Lahan Ketahanan Pangan Binaan

    Polsek Sinaboi Cek Lahan Ketahanan Pangan Binaan

    Rehabilitasi Mangrove 2026 Resmi Disosialisasikan di Sinaboi

    Rehabilitasi Mangrove 2026 Resmi Disosialisasikan di Sinaboi

    Polsek Sinaboi Gelar KRYD Akhir Pekan, Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

    Polsek Sinaboi Gelar KRYD Akhir Pekan, Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Camat Sinaboi Dampingi Puskesmas Gelar Fogging di Raja Bejamu

    Camat Sinaboi Dampingi Puskesmas Gelar Fogging di Raja Bejamu

    Penghulu Rafika Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk 420 KK di Sinaboi

    Penghulu Rafika Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk 420 KK di Sinaboi

    Kapolsek Sinaboi Berikan Penyuluhan Hukum Bahaya Narkoba di SMAN 1 

    Kapolsek Sinaboi Berikan Penyuluhan Hukum Bahaya Narkoba di SMAN 1 

    Polsek Panipahan Pantau Pertumbuhan Jagung pipil Petani 

    Polsek Panipahan Pantau Pertumbuhan Jagung pipil Petani 

    Penghulu Sinaboi Pimpin Gotong Royong Perbaikan Jalan Rusak 

    Penghulu Sinaboi Pimpin Gotong Royong Perbaikan Jalan Rusak 

    Penghulu Rafika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Jalan Satria RT 10

    Penghulu Rafika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Jalan Satria RT 10

    Polsek Sinaboi Cek Lahan Ketahanan Pangan Binaan

    Polsek Sinaboi Cek Lahan Ketahanan Pangan Binaan

    Rehabilitasi Mangrove 2026 Resmi Disosialisasikan di Sinaboi

    Rehabilitasi Mangrove 2026 Resmi Disosialisasikan di Sinaboi

    Polsek Sinaboi Gelar KRYD Akhir Pekan, Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

    Polsek Sinaboi Gelar KRYD Akhir Pekan, Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Politik/Parlemen/DPRD

Pensiun Dari PNS, Aspar Pilih Bertani Limau

26 Agustus 2019
in Politik/Parlemen/DPRD

Aspar sedang merawat pohon limau

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 

PALEMBANGN – Memutuskan pensiun dini dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan pangkat terakhir golongan 4C, tidak membuat Aspar Muchtar (52), hanya berpangku tangan, dan menikmati masa pensiunnya.

Mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini malah terlecut untuk terus produktif bekerja dan memilih menjadi petani limau (jeruk nipis) di lahan milik keluarganya di Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara.

Ditemui di kebun jeruk nipisnya yang memiliki luas 1 hektar, Aspar, tampak asyik memeriksa tanaman jeruk nipisnya.

Ia sibuk  mencermati buah jeruk yang berukuran kecil, termasuk bunga buah jeruk untuk memeriksa  perkembangannya.

Sementara sejumlah ibu-ibu terlihat memetik buah jeruk yang siap panen, lalu dimasukkan ke dalam ember.

Jika ember penuh, buah jeruk itu lalu dipindahkan ke dalam sebuah karung, untuk selanjutnya di jual ke pengepul, lalu didistribusikan ke berbagai daerah di luar Provinsi Sumsel, seperti Jakarta dan Jawa Barat.

Ketika ditanya alasan memutuskan pensiun dini dari PNS dan beralih menjadi petani jeruk nipis, Aspar mengatakan jika ia hanya ingin berwirausaha.

“Dan usaha yang saya pilih adalah bertani jeruk nipis,” katanya mengawali pembicaraan dengan TribunSumsel.com.

Dilanjutkannya, alasan bapak enam anak ini memilih buah jeruk nipis karena peminat buah satu ini sangat banyak. Selain itu, tanaman jeruk nipis relatif kuat terhadap hama penyakit sehingga perawataannya tidak sulit.

Menurut Aspar, ada dua lokasi kebun jeruk nipis yang saat ini dikelolanya. Selain di Kelurahan Timbangan, ada juga kebun jeruk nipis di Desa Seribandung, Kecamatan Tanjung Batu seluas 3 hektar.

Aspar menuturkan, dari satu hektar kebun jeruk nipisnya itu bisa menghasilkan 10 karung atau 600 kilo gram jeruk nipis setiap panen dua minggu sekali.

“Jeruk yang sudah dikemas dalam karung, itu nantinya akan diambil oleh pengepul dan dibeli dengan harga Rp 3.000 perkilo gram,” ujarnya.

Dengan harga yang dipatok tersebut, Aspar mengaku bisa mendapatkan pemasukan sebesar Rp 1.800.000 setiap panen atau Rp 3.600.000 perbulannya.

Meski penghasilan dari kebun jeruk nipisnya belum terlalu besar, Aspar mengaku bahagia dan menikmati hidupnya sekarang sebagai petani.

Yang lebih membahagiakan lagi,  ia mengaku dapat memberi pekerjaan kepada warga sekitar kebun, yaitu ibu-ibu pemetik buah jeruk.

“Memang penghasilan secara materi belum terlalu besar karena lahan belum terlalu luas. Namun saya senang dan bahagia karena bisa membantu menambah penghasilan warga sekitar terutama ibu-ibu yang jadi pemetik buah,” katanya bangga.

Adapun kendala yang dihadapi saat ini, menurut Aspar adalah musim kemarau, sebab tanaman jeruk membutuhkan air untuk menumbuhkan bunga bakal buah. Untuk mengatasinya, Aspar menggali sumur di kebunnya untuk sumber air menyiram tanaman.

Meski di saat musim kemarau, Aspar mengaku ada berkah tersendiri, yakni harga jeruk nipisnya sempat naik mencapai Rp 6000 perkilogram atau naik dua kali lipat.

“Sebab saat ini banyak kebun jeruk petani lain yang tidak berbuah, sementara buah jeruk di sini masih bisa panen,” bebernya seraya tersenyum.

Aspar menambahkan, tanah di Kabupaten OI secara umum, sangat cocok untuk bertanam jeruk nipis. Bahkan menurutnya, Kabupaten OI memiliki potensi menjadi sentra kebun jeruk nipis.

Ia pun menyarankan agar pemerintah agar dapat menjadikan Kabupaten OI sentra tanaman jeruk nipis di Provinsi Sumsel.

“Saya sudah buktikan sendiri, tanah lahan pertanian kita bagus. Kalau kita dapat mengelola tanaman jeruk dengan baik, bukan tidak mungkin Ogan Ilir jadi pusat buah jeruk dan bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah,” tutupnya.

Editor: Amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.