• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Jumat, Mei 22, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Makin Tinggi, Banjir di Kampar Masuk 20 Hari

29 Desember 2019
in Berita Utama, Kabar Riau
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

SUMATRATIMES.COM  – Terhitung sudah 20 hari warga di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, direndam banjir, Jumat (27/12/2019). Bukannya surut, ketinggian air justru terus bertambah. Padahal Kampar merupakan daerah dataran yang lebih tinggi dari daerah pesisir timur Pulau Sumatra.

Menurut warga setempat, banjir bertambah naik sejak tiga hari terakhir, karena lima pintu waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka. Sehingga ketinggian air saat ini sekitar 70 hingga 160 sentimeter.

“Kalau di dalam rumah saya sekarang ketinggian air sudah satu meter. Sebelumnya ada sekitar 80 sentimeter,” kata Imar (49) seorang warga di Dusun 3 Desa Buluh Cina kepada Kompas.com, Jumat.

Tetapi, kata dia, ketinggian air di permukiman bervariasi. Karena sebagian rumah warga ada yang di dataran lebih rendah.

Seperti rumah warga di Dusun 1 dan Dusun 2 di seberang sungai, justru lebih parah terdampak karena lebih rendah dibandingkan di Dusun 3 dan Dusun 4.

Imar mengaku belum mengungsi meski ketinggian banjir terus bertambah. Sedangkan, dua orang anaknya sudah sepekan mengungsi ke rumah saudaranya di Desa Baru.

“Saya sama suami masih bertahan buat panggung dalam rumah. Kalau anak dua orang iya mengungsi,” sebut Imar yang saat itu sedang mencuci pakaian di tengah  banjir depan rumahnya.

Imar mengatakan, hampir setiap tahun mengalami kebanjiran. Namun, banjir tahun ini cukup lama dirasakannya dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Biasannya, sebut dia, banjir hanya bertahan selama 10 hingga 12 hari.

“Ini paling lama. Sudah dua minggu lebih belum kering. Minggu lalu sempat sedikit rusut, tapi naik lagi,” akui Imar.

Dia berharap bencana alam ini dapat segera berlalu. Karena banjir tersebut sangat berdampak kepada mata pencaharian warga

“Saya setiap salat berdoa agar banjir cepat hilang. Karena aktivitas kami sangat terganggu,” ucap Imar.

Hal yang sama dirasakan Nursila (55). Dia dan suaminya saat ini sudah pindah ke sebuah rumah panggung berukuran kecil depan rumahnya.

“Rumah belakang banjirnya sudah parah. Jadi kami pindah ke depan,” ujar Nursila pada Kompas.com, Jumat.

Jika ketinggian banjir terus bertambah, dia mengaku akan mengungsi ke dalam pompong atau perahu tradisional miliknya.

“Kalau tak bisa lagi di rumah kami ngungsi ke dalam pompong seperti tahun lalu. Tapi semoga saja air tak naik lagi,” kata Nursila.

Sementara itu, pantauan Kompas.com, tenda pengungsian dan dapur umum milik Dinas Sosial Provinsi Riau sudah ditutup. Sedangkan ketinggian banjir terus bertambah.

Tenda pengungsian dan dapur umum itu sebelumnya didirikan di dekat musala Desa Baru, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi warga yang terdampak banjir. Tapi hari ini sudah tak terlihat lagi didirikan.

Di lokasi banjir saat ini hanya tersedia dua titik dapur umum yang disediakan BPBD Kampar. Dapur umum tersebut masih dimanfaatkan oleh warga. (sumber : kompas.com)

Redaksi : Amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.