Home » Berita Utama » Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 35 Kg Sabu-Sabu
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (tengah) menjelaskan kronologis penangkapan Speed Boat yang dijadikan transportasi pembawa sabu ketika pengungkapan kasus narkoba jaringan Malaysia di halaman Mapolda Riau, di Pekanbaru, Riau, Minggu (9/2/2020).

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 35 Kg Sabu-Sabu

SumatraTimes.co.id – Polda Riau berhasil mengamankan empat orang tersangka dengan barang bukti 36 botol cairan vape plus narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 35 kg yang disimpan di dalam bodi speed boat yang sudah dimodifikasi di kawasan pelabuhan rakyat Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Sabu-sabu seberat 35 kg, dan 36 botol cairan vape (cairan nikotin rokok elektronik) itu dibawa tersangka dari Malaysia.

” Di sore hari sekitar jam 16.40 wib, Rabu (5/2), ditemukanlah speedboat yang dicurigai berwarna biru, serta langsung mengamankan dua orang yang disangka sebagai transporter laut berinisial MA (31) dan seorang nelayan berinisial AB (25),” kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/2/2020).

Penangkapan itu terjadi usai polisi mendapat informasi dari masyarakat dan melakukan pengintaian di Pelabuhan Rakyat Nerbit Besar, Kecamatan Sungai Sembilan. Kepada polisi, kedua tersangka mengaku membawa sabu dari Malaysia dengan imbalan upah Rp5 juta per kilogram.

“Hasil pemeriksan terhadap tersangka MA dan tersangka AB, diketahuilah bahwa asal-usul narkotika ini berasal dari Negara Malaysia. Proses pengirimannya dikendalikan oleh tersangka berinisial S, yang kini berstatus DPO,” jelas Agung.

“S yang menawarkan kepada MA untuk bekerja sebagai becak laut atau disingkat BCL antarpulau untuk membawa narkoba jenis sabu-sabu, yang pembayarannya disepakati upah Rp5 juta per paketnya,” imbuh Agung.

Agung menjelaskan 35 kilogram sabu itu berada dalam dua bungkusan besar dengan berat masing-masing 14 dan 21 kilogram. Adapula 36 botol cairan vape.

“Teknis pelaksanaanya S menghubungi MA untuk menjemput 1 cincin berlian dan 3 batu alam ke tepi pantai. (1 cincin dan batu alam) nantinya dijadikan sebagai sandi untuk ketemu dengan BCL (becak laut) dari pihak orang Malaysia,” terang Agung.

Agung menjelaskan saat kurir WNI dan kurir Malaysia bertemu, kurir Malaysia yang membawa barang haram itu dalam speed boat akan menanyakan soal cincin. Setelah kurir WNI memberikan cincin, maka kurir Malaysia akan percaya dan menyerahkan speed boat pada kurir WNI, yakni MA dan AB.

“Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun,” tandas Agung.  (sumber: iNews.id/detikcom)

 

Redaksi/Editor: Amran

x

Check Also

Piala Dunia U-20, PSSI: Masalah Bali Terkait Lapangan Latihan

SumatraTimes.co.id – PSSI mengungkapkan permasalahan Bali sebagai venue Piala Dunia U-20. Bali bermasalah dengan lapangan ...