Home » Berita Utama » Dinkes Rohil Diminta Cek Stock Obat-Obatan Dipasaran
Anggota DPRD Rohil Amansyah, Imam Suroso dan Jefri di Gedung DPRD Rohil. foto amran

Dinkes Rohil Diminta Cek Stock Obat-Obatan Dipasaran

SumatraTimes.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Rohil diminta melakukan pengecekan dan pemeriksaan ketersediaan obat-obatan di Kabupaten Rokan Hili (Rohil) ditengah kondisi corona virus discase (Covid-19) saat ini.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPRD Rohil Amansyah SH, menanggapi langkanya obat-obatan demam, obat malaria, obat batuk, dan vitamin, di toko-toko obat dan mini market, beberapa bulan belakangan ini di Kota Bagansiapiapi.

Amansyah mengatakan langkanya obat-obatan tersebut tidak terlepas dari rasa ketertakutan masyartakat yang berlebih terhadap corona virus. Sehingga, jelasnya, masyarakat banyak memborong berbagai jenis obat-obatan tersebut.

“Sekarang obat-obatan tersebut langka di pasaran. Sebab itu kita himbau juga kepada Dinas Kesehatan Pemkab Rohil agar mengecek kesediaan obat-obatan yang ada (di toko-obat, dan di gudang obat), bagai mana ketersediaan obat-obatan kita,” kata Amansyah, Selasa, 7 April 2020 di Gedng DPRD Rohil di Bagan Centre, di Kawasan Pusat Pemerintahan Pemkab Rohil di Batu Enam,

Dijelaskan Amansyah, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Rohil, berbagai jenis dan merek obat-obatan tersebut diborong masyarakat disebabkan antisipasi jika terkena demam, batuk dan pilek.

“Masyarakat bersugesti bahwa obat-obatan itu dapat menangkal corona virus. Itu sebab masyarakat banyak meborong membeli obat-obatan itu. Pada hal belum tentu obat-obatan itu manjur,” jelass Amansyah.

Dikatakan Amansyah, kondisi darurat seperti ini memang menyebabkan kelangkaan tidak saja obat-obatan jenis batuk, demam, malaria, dan vitamin. Tapi juga dapat menyebabkan kelangkaan pada kebutuhan pokok masyarakat. Namun untuk ketersediaan beras, yang merupakan makanan pokok masyarakat, jelas Amansyah, masih mencukupi.

“Pemerintah tidak saja harus menjamin ketersediaan pangan, tapi juga harus menjamin ketersediaan obat-obatan di pasaran,” jelas Amansyah.

Pemerintah, katanya, memang memiliki anggaran pengadaan obat-obatan. Akan tetapi menutut Amansyah, peengadaan tersebut tergantung stok. Jika stok obat berkurang, maka Pemda diharuskan melakukan pengadaan obat-obatan.

“Pengadaan obat-obatan itu tergantung stok pemrintah. Kalau obat kurang, maka Pemda harus diberikan obat-obatan,” pungkas Amansyah. (amran)

x

Check Also

Siapakah Oknum Yang di Duga Menjual Ratusan Hektar Lahan di LTK?

  Bagansiapiapi – mengutip dari Pemberitaan di media baranews yang menyebutkan bahwa secara luas hutan ...