Home » Kabar Kepri » Kemenparektif Bantu 8.000 Pekerja Wisata Terdampak Covid-19 di Kepri
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar saat menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan pekerja di Gedung Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepri, Senin. foto antara

Kemenparektif Bantu 8.000 Pekerja Wisata Terdampak Covid-19 di Kepri

SumatraTimes.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan bantuan sembako kepada 8.000 pekerja sektor pariwisata terdampak COVID-19 di empat daerah yang tersebar di provinsi tersebut.

Keempat daerah itu adalah Kota Batam dengan rincian pekerja sebanyak 5.900 orang, Kota Tanjungpinang 1.057 orang, Kabupaten Bintan 903 orang, dan Kabupaten Karimun 91 orang.

Untuk tiga daerah lain, yakni Kabupaten Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga sedang dilakukan pendataan guna menerima bantuan serupa pada tahap berikutnya.

“Sebenarnya, total pekerja pariwisata terdampak COVID-19 di Kepri sekitar 14 ribu orang. Namun yang dibantu sesuai nama dan alamat baru 8 ribu orang, selebihnya akan diupayakan untuk menerima bantuan tahap berikutnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar saat menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan pekerja di Gedung Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepri, Senin.

Buralimar menyatakan bahwa pekerja yang penerima bantuan ini semuanya dirumahkan akibat pandemi COVID-19. Mereka rata-rata bekerja di restoran, kafe, hotel, agen perjalanan wisata, dan termasuk pekerja industri ekonomi kreatif. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi para pekerja tersebut.

Bantuan sembako yang diberikan berupa beras 5 kilogram beserta lauk pauk siap saji, seperti rendang daging 1/4 kilogram, ayam kremes 1/4 kilogram, dan telur rendang 200 gram. Jika ditotalkan dalam bentuk uang, per paket bantuan ini senilai Rp129 ribu.

Baca juga: Kemenparekraf: Kepercayaan wisatawan kunci pemulihan sektor pariwisata . Khusus bantuan lauk-pauk siap saji itu, Kemenparekraf memberdayakan pelaku UMKM sebagai jasa tukang masak.

Dengan begitu, bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak pada para pekerja wisata, tetapi juga berkontribusi dalam menghidupkan sektor UMKM yang ikut terkena imbas COVID-19.

“UMKM yang ditugaskan memasak dipilih langsung oleh pihak Kemenparekraf. Kami hanya mengajukan referensi UMKM yang punya sertifikasi kelayakan pengolahan pangan yang layak dan sehat,” jelas Buralimar.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepri, Isdianto yang turut hadir dalam kesempatan ini sangat mengapresiasi bantuan Kemenparekraf untuk para pekerja wisata terdampak COVID-19 di daerahnya.

“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi pekerja wisata terdampak COVID-19, karena di tengah situasi sekarang ini mereka kesulitan secara ekonomi,” tuturnya.

Isdianto pun mengimbau seluruh pelaku usaha wisata maupun aosiasi terkait tetap bersabar dan saling memberikan semangat satu sama lain dalam menghadapi masa-masa sulit ini.

Dia berharap pandemi ini segera berlalu, sehingga sektor wisata sebagai salah satu penggerak ekonomi di Kepri kembali menggeliat.

“Kalau semua sudah normal seperti semula, tentu kami imbau pelaku wisata dapat mempekerjakan kembali pekerja yang dirumahkan selama pandemi ini,” tutur Isdianto.***

Sumber: antara
Editor: amran

x

Check Also

Batam Zona Kuning, Paket Sembako Tahap IV Dibagikan Pertengahan Juli

SumatraTimes.co.id – Sembako tahap IV rencananya akan dibagikan pada masyarakat terdampak Covid-19 pada pertengahan Juli. ...