• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Kamis, Mei 28, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Polsek Sinaboi Kawal Ketat Pengamanan Shalat Id di 7 Lokasi

    Polsek Sinaboi Kawal Ketat Pengamanan Shalat Id di 7 Lokasi

    Polsek Sinaboi Gelar Pengobatan Gratis di Sungai Nyamuk

    Polsek Sinaboi Gelar Pengobatan Gratis di Sungai Nyamuk

    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Polsek Sinaboi Kawal Ketat Pengamanan Shalat Id di 7 Lokasi

    Polsek Sinaboi Kawal Ketat Pengamanan Shalat Id di 7 Lokasi

    Polsek Sinaboi Gelar Pengobatan Gratis di Sungai Nyamuk

    Polsek Sinaboi Gelar Pengobatan Gratis di Sungai Nyamuk

    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Lawan Berat Sudah Datang, Jhoni Siap Majukan Bagan Jawa Tanpa Omon-Omon

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Polsek Sinaboi Rutin Melihat Tumbuh Kembang Jagung Pipil di Lahan Binaan 

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Cegah C3 dan Narkoba, Polsek Sinaboi Gelar Patroli Rutin Malam Hari

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Colling Sistem Polsek Sinaboi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas, Jauhi Narkoba

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Polsek Sinaboi Pantau Pertumbuhan Jagung Binaan di Kep. Darussalam 

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Bhabinkamtibmas Raja Bejamu pantau Perkembangan jagung pipil Dilahan Binaan

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Infotorial

Masyarakat Adat Gunakan Drone Lindungi Hutan Amazon dari Deforestasi

30 September 2020
in Infotorial

Pandangan dari udara menunjukkan plot gundul hutan Amazon di dekat Porto Velho, Negara Bagian Rondonia, Brasil, 17 September 2019. Hutan Amazon memiliki luas 670.000.000 hektar di mana 60 persen dari seluruhnya terletak di Brasil. foto: tempo.co/reuters

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

SumatraTimes.co.id – Masyarakat adat di Hutan Amazon kini belajar menggunakan teknologi drone untuk melindungi tanah mereka dari deforestasi di negara bagian Rondonia, Brasil.

Salah satu orang yang terlibat dalam teknologi drone ini adalah Awapy Uru Eu Wau Wau. Ia adalah seorang pemuda usia 28 tahun yang berasal dari suku Uru-Eu-Wau-Wau, salah satu dari banyak suku yang tinggal di Hutan Amazon.

Mereka hidup bergantung pada hutan hujan yang dilindungi secara hukum seluas 7 ribu mil persegi di negara bagian Rondonia, Brasil Barat. Namun Hutan Amazon sering dilanda kebakaran. Mayoritas dari kebakaran tersebut dimulai penebangan secara ilegal untuk membuka lahan bagi pertanian dan peternakan ilegal.

Awapy beserta perwakilan dari lima suku lainnya mengambil bagian dalam kursus pelatihan pengoperasian drone yang dijalankan oleh World Wildlife Fund (WWF) dan LSM Brasil, Asosiasi Pertahanan Lingkungan Etno Kaninde, Desember lalu.

Dilansir dari CNN, Felipe Spina Avino, analis konservasi senior untuk WWF Brasil serta pelatih Awapy mengaku bahwa Awapy dengan teman-temannya menjadi ketagihan saat pertama kali menerbangkan drone dan dapat melihat hutan dari atas.

“Mereka benar-benar menerima teknologi dengan tangan terbuka dan dengan cepat mulai menggunakannya,” katanya.

Drone memuat gambar beresolusi tinggi, video, dan data pemetaan GPS yang dapat digunakan sebagai bukti laporan kegiatan ilegal kepada pihak berwenang. Teknologi ini mempermudah mereka memantau Hutan Amazon dengan lebih luas. Sebab, melintasi hutan dengan berjalan kaki sangatlah sulit.

Menurut Spina Avino, para anggotys masyarakat juga bisa menghindari konfrontasi yang berbahaya dengan penebang liar dan perampas lahan.

Proyek WWF-Kaninde sudah menyumbangkan 19 drone kepada 18 organisasi yang terlibat dalam perlindungan hutan di Amazon.

Awapy kini memimpin tim dari 12 orang yang berpatroli di hutan hujan untuk memantau deforestasi dan kebakaran hutan.

Pertama kali tim menggunakan drone, mereka menemukan lahan seluas 1,4 hektar yang terlanjur gundul. Beberapa hari kemudian, mereka merekam video helikopter yang menyebarkan benih rumput di area yang sama, menandakan bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk penggembalaan ternak, kata WWF.

WWF melaporkan bahwa National Indian Foundation (FUNAI) dapat menggunakan koordinat geografis yang disediakan oleh Uru-Eu-Wau-Wau untuk menyelidiki penebangan liar di wilayah tersebut.

FUNAI adalah institusi pemerintah Brasil yang bertanggung jawab untuk mengelola kebijakan terkait masyarakat adat.***

Sumber: tempo.co
Editor: amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.