Puskesmas Sinaboi dan PPNI Bagikan Masker Pada Warga Terdampak Karhutla

Rokan Hilir- Puskesmas Sinaboi berkolaborasi dengan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kecamatan Sinaboi membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan pembagian masker tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 Wib. Petugas turun langsung ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat Kecamatan Sinaboi sekaligus memberikan imbauan terkait pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

Ketua DPK PPNI Kecamatan Sinaboi, Ns. Riko, S.Kep., turut turun langsung ke lapangan dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ns. Riko menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PPNI bersama Puskesmas Sinaboi terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami dari DPK PPNI Kecamatan Sinaboi dan Puskesmas Sinaboi mengharapkan dengan adanya pembagian masker ini, semoga masyarakat Kecamatan Sinaboi terhindar dari penyakit ISPA, pneumonia, dan penyakit lainnya,” ujar Ns. Riko.»

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sinaboi, dr. Robiatun Manhusni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPK PPNI Kecamatan Sinaboi atas kerja sama dalam kegiatan pembagian masker kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada Puskesmas Sinaboi dan DPK Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kecamatan Sinaboi yang telah bekerja sama untuk membagikan masker kepada masyarakat Sinaboi,” ungkap dr. Robiatun Manhusni.

Pembagian masker ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, maupun gejala gangguan pernapasan lainnya.

Kolaborasi Puskesmas Sinaboi dan DPK PPNI Kecamatan Sinaboi menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian tenaga kesehatan dalam memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla. (Iwandi)