• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Rabu, April 15, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem dengan Masyarakat 

    Penghulu Rafika Apresiasi Kinerja Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem 

    Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem dengan Masyarakat 

    Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem dengan Masyarakat 

    Penghulu Supianto Bersama Masyarakat Sungai Bakau Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Supianto Bersama Masyarakat Sungai Bakau Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Kepenghuluan Sungai Nyamuk Pasang Spanduk Peringatan Keras

    Kepenghuluan Sungai Nyamuk Pasang Spanduk Peringatan Keras

    Kajari Rohil Firdaus Pimpin Pelantikan dan Sertijab Dua Pejabat Eselon V

    Kajari Rohil Firdaus Pimpin Pelantikan dan Sertijab Dua Pejabat Eselon V

    Pertemuan dengan Puluhan Insan Pers, Kajari Rohil Sampaikan Pesan Tegas!

    Pertemuan dengan Puluhan Insan Pers, Kajari Rohil Sampaikan Pesan Tegas!

    SPBU Batu 4 Masih Tutup, Gaji Karyawan Belum Dibayar, Solusinya Apa? 

    SPBU Batu 4 Masih Tutup, Gaji Karyawan Belum Dibayar, Solusinya Apa? 

    SPBU Batu 4 Belum Beroperasi, Apakah Ada Konflik Internal?

    SPBU Batu 4 Belum Beroperasi, Apakah Ada Konflik Internal?

    Pertalite Rp 20.000 Perliter dan Langka, Masyarakat Pertanyakan Solusi  

    Pertalite Rp 20.000 Perliter dan Langka, Masyarakat Pertanyakan Solusi  

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem dengan Masyarakat 

    Penghulu Rafika Apresiasi Kinerja Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem 

    Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem dengan Masyarakat 

    Polsek Sinaboi Gelar Silaturahmi FGD dan Colling Sistem dengan Masyarakat 

    Penghulu Supianto Bersama Masyarakat Sungai Bakau Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Supianto Bersama Masyarakat Sungai Bakau Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Kepenghuluan Sungai Nyamuk Pasang Spanduk Peringatan Keras

    Kepenghuluan Sungai Nyamuk Pasang Spanduk Peringatan Keras

    Kajari Rohil Firdaus Pimpin Pelantikan dan Sertijab Dua Pejabat Eselon V

    Kajari Rohil Firdaus Pimpin Pelantikan dan Sertijab Dua Pejabat Eselon V

    Pertemuan dengan Puluhan Insan Pers, Kajari Rohil Sampaikan Pesan Tegas!

    Pertemuan dengan Puluhan Insan Pers, Kajari Rohil Sampaikan Pesan Tegas!

    SPBU Batu 4 Masih Tutup, Gaji Karyawan Belum Dibayar, Solusinya Apa? 

    SPBU Batu 4 Masih Tutup, Gaji Karyawan Belum Dibayar, Solusinya Apa? 

    SPBU Batu 4 Belum Beroperasi, Apakah Ada Konflik Internal?

    SPBU Batu 4 Belum Beroperasi, Apakah Ada Konflik Internal?

    Pertalite Rp 20.000 Perliter dan Langka, Masyarakat Pertanyakan Solusi  

    Pertalite Rp 20.000 Perliter dan Langka, Masyarakat Pertanyakan Solusi  

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Infotorial

India-Bangladesh Tambah Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya

7 Desember 2019
in Infotorial
India-Bangladesh Tambah Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sumatratimes – Perdana menteri India dan Bangladesh sepakat tentang perlunya upaya yang lebih besar untuk memfasilitasi pemulangan (repatriasi) secara aman ratusan ribu pengungsi Rohingya.

Para pengungsi di Bangladesh itu merupakan mereka yang telah melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.

Hal itu disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama ketika PM India Narendra Modi menjamu PM Sheikh Hasina di Delhi, Sabtu 5 Oktober 2019.

Upaya yang lebih besar itu mencakup peningkatan keamanan dan kondisi sosial ekonomi di negara bagian Rakhine Myanmar, kata kedua PM, sebagaimana dikutip oleh Voice of America, Senin (7/10/2019).

Sementara itu, India menekankan akan memberikan bantuan kemanusiaan tambahan untuk membantu para pengungsi yang tinggal di kamp-kamp di Bangladesh, menurut pernyataan itu.

Dalam apa yang telah menjadi krisis pengungsi terbesar di Asia dalam beberapa dekade, sekitar 700.000 Muslim Rohingya telah berlindung di Bangladesh sejak Agustus 2017.

Myanmar dan Bangladesh telah menyepakati proses repatriasi pengungsi ke Rakhine secara sukarela, aman dan bermartabat. Namun, Dhaka menuduh bahwa Naypyidaw tidak secara penuh berkomitmen pada kesepakatan itu, terutama dalam memberikan jaminan keamanan bagi para pengungsi setibanya mereka di Rakhine.

Di sisi lain, pengungsi Rohingya mengaku urung untuk kembali ke Rakhine, menyebut bahwa status kewarganegaraan yang mereka pinta kepada Myanmar sejak beberapa dekade silam tetap tidak akan dipenuhi.

Bulan lalu, upaya kedua untuk mulai memulangkan pengungsi Rohingya gagal, setelah tak satu pun dari 3.450 orang yang disetujui oleh Myanmar untuk kembali setuju untuk melakukannya.

Mereka mengutip kurangnya akuntabilitas atas kekejaman yang dilakukan pada 2017, dan ketidakpastian apakah mereka akan mendapatkan kebebasan bergerak atau kewarganegaraan.

Myanmar menyalahkan Bangladesh, dan mengatakan siap menerima sejumlah besar pengungsi yang kembali.

Tetapi, para pejabat tinggi Myanmar masih mengidentifikasi orang Rohingya sebagai orang Bengali –sebuah pendeskripsian diskriminatif yang telah lama mengakar di kalangan pemerintahan Myanmar.

Sebutan itu mengidentifikasi orang Rohingya sebagai etnis imigran ilegal dari wilayah Bengal selama 70 tahun terakhir. Namun, banyak aktivis dan pakar geneolog etnis menyebut bahwa Rohingya merupakan salah satu penduduk asli Burma.

Penyebutan Bengali yang masih lestari adalah satu faktor yang memicu ketidakpercayaan pengungsi Rohingya untuk kembali. Alih-alih mendapat hak atas status kewarganegaraan, mereka justru cemas akan kembali diperlakukan secara diskriminatif.

Di sisi lain, Myanmar bersedia memberikan apa yang disebutnya sebagai Kartu Verifikasi Nasional, yang dikatakan bisa menjadi langkah menuju kewarganegaraan. Tetapi kebanyakan orang Rohingya menolak kartu-kartu ini karena mereka akan diminta untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Bengali. (sumber: liputan.6.com)

 

Redaksi: Amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.