• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Selasa, Mei 19, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

    Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Bakau Rampung 💯%

    Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Bakau Rampung 💯%

    Lawan Narkoba dengan Prestasi, Upika Sinaboi Gelar Turnamen Futsal 

    Lawan Narkoba dengan Prestasi, Upika Sinaboi Gelar Turnamen Futsal 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Sinergi Polsek Sinaboi dengan Petani Kawal 4 Hektar Jagung Pipil di Lahan Gambut

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Siapkan Benteng Pesisir, Polsek Sinaboi- Stakeholder Tinjau Lokasi Penanaman Mangrove Fest 2026

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Penghulu Rafika Bersama Warga RT 08 Gotong Royong Perbaiki Jalan 

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Polsek Sinaboi Intensifkan Pengecekan  Lahan Ketahanan Pangan Jagung Pipil

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Masyarakat Rantau Bais Deklarasi Perang Melawan Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Polsek Sinaboi: Turnamen Futsal Upika Cup 2026 Ajang Prestasi & Edukasi Anti Narkoba

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

    Camat Serahkan Trofi Juara, PS Raja Bejamu Dominasi Final Futsal Upika Cup 2026 

    Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Bakau Rampung 💯%

    Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Bakau Rampung 💯%

    Lawan Narkoba dengan Prestasi, Upika Sinaboi Gelar Turnamen Futsal 

    Lawan Narkoba dengan Prestasi, Upika Sinaboi Gelar Turnamen Futsal 

  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Serba Serbi

Empat Penyakit Dengan Kematian Tertinggi

14 Juli 2019
in Serba Serbi

Mengenal tahapan kanker darah. f-net

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 

JAKARTA – Penyakit tidak menular kronis kian menggerogoti banyak orang di seluruh dunia. Tercatat, ada empat penyakit penyebab kematian tertinggi dan tak bisa ditangani oleh banyak negara di dunia.

Di kutip dari CNN Indonesia, ke empat penyakit itu adalah kanker, gangguan kardiovaskular, gangguan pernapasan kronis, dan diabetes. Tujuh dari 10 kematian di dunia disebabkan oleh empat penyakit ini.

Penelitian terbaru memprediksi lebih dari setengah negara di dunia gagal mengurangi kematian dini akibat empat penyakit tersebut.

Padahal, seluruh negara di dunia yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sudah berkomitmen mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainble Development Goals (SDGs), yang salah satu isinya meningkatkan kesehatan.

Laporan hasil kolaborasi The Lancet, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan beberapa organisasi lainnya ini menganalisis tingkat keberhasilan negara di dunia menangani empat penyakit penyebab kematian prematur tertinggi. Kematian prematur diartikan sebagai kematian dini sebelum usia 70 tahun.

Peneliti menganalisis berdasarkan perbandingan tingkat perubahan kematian dari 2010 hingga 2016 di 186 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Hasilnya, hanya 35 negara yang mampu mencapai target mengurangi kematian dini untuk perempuan dan 30 negara yang berhasi mengurangi kematian dini untuk laki-laki pada 2030.

Beberapa negara yang berhasil mengurangi kematian dini pada perempuan dari empat penyakit itu di antaranya Korea Selatan, Singapura, Luksemburg, Norwegia, Selandia Baru, Kosta Rika, Denmark, Estonia, Republik Ceko, Maladewa, Thailang, Kroasia, Slovakia, Bahrain, Bosnia dan Herzegovina, Brasil, Qatar, Iran, Latvia, Belarus, Serbia, Kuwait, Samoa, Armenia, Makedonia, Oman, Azerbaijan, Rusia, Ukraina, Zambia, Kongo, Grenada, Timor Leste, Moldova, dan Kazakhstan.

Sedangkan untuk laki-laki di antaranya Islandia, Swedia, Swiss, Norwegia, Bahrain, Jepang, Korea Selatan, Luksemburg, Kanada, Selandia Baru, Irlandia, Singapura, Belanda, Denmark, Finlandia, Belgia, Iran, Maladewa, Argentina, Brasil, Republik Ceko, Timor Leste, Bosnia dan Herzegovina, Slovakia, Estonia, Makedonia, Latvia, Belarus, Rusia, dan Kazakhstan.

Sementara Indonesia, gagal masuk dalam daftar negara yang berhasil mengurangi kematian dini akibat kanker, penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, dan diabetes untuk laki-laki dan perempuan.

“Penyebab kematian prematur terbesar di dunia ini tidak ditangani secara memadai,” kata peneliti senior yang merupakan kepala kesehatan lingkungan global di Imperial College London, Profesor Majid Ezzati, melalui email kepada CNN Indonesia.

Ezzati menyarankan agar setiap negara dan lembaga kesehatan mulai membenahi penanganan kesehatan untuk mengurangi angka kematian dini.

 

Editor : Amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Dumai
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen/DPRD
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Bengkalis
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.