Home » Peristiwa, Kriminal & Hukum » Pura-Pura Bertamu, Warga Serang Dibacok OTD
foto ilustrasi

Pura-Pura Bertamu, Warga Serang Dibacok OTD

SumatraTimes.co.id – Aksi penganiayaan menimpa Muchlis Arobi, warga Komplek Widara RT 02 RW 013, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, Jumat (10/4/2020) dini hari.

Dua orang tak dikenal datang ke rumah korban dan melakukan pembacokan terhadap korban sebelum akhirnya kabur meninggalkan motor Honda Beat plat A 3005 VH.

Peristiwa sadis situ terjadi sekira pukul 01.30 WIB. Bermula saat korban mendengar ketukan pintu rumah diiringi suara salam.

Tanpa curiga karena mengira bahwa yang datang petugas ronda, korban pun membuka pintu rumah dan menerima kedua tamu yang tak dikenal tersebut.

“Karena teras kontrakan sempit, maka saat saya mempersilakan duduk, (tamu) yang satu (eksekutor) tetap berdiri. Sementara saya duduk di lantai teras dan satu tamu lain turut duduk bersama saya,” kata Muchlis, kepada wartawan pasca menjalani operasi penjahitan luka bacok pada bagian kepala, Minggu (12/4/2020).

Ia melanjutkan, tamu yang duduk bersamanya menanyakan ihwal kepemilikan motor korban dan kaitannya dengan pihak kredit kendaraan.

“Yah jelas saya bantah bahwa seumur-umur saya tidak pernah ambil barang secara kredit,” katanya mengingat peristiwa malam nahas itu.

Sementara itu, tamu lain yang masih dalam posisi berdiri menyatakan bahwa adiknya baru-baru ini kehilangan motor yang mirip dengan milik korban.

“Di sini saya mulai curiga, karena obrolan saya nilai sudah ngaco (kacau). Dari pada berlanjut ke mana-mana, saya minta tamu yang berdiri untuk turut duduk,” kata korban.

Sambil meminta tamunya duduk, ia tak menyadari bahwa pelaku yang berdiri menarik golok dan mengayunkan goloknya secara menyamping ke arah belakang kepala sebelah kanan korban.

“Saya tidak sadar kalau itu golok, saat itu (saya) langsung berdarah. Di sisi lain saya tidak menyangka kalau tamu itu membawa senjata tajam (sajam) barulah pada bacokan susulan darah semakin mengucur sehingga saya mulai merespons dengan berdiri,” kata korban.

Saat berusaha berdiri, korban ditendang hingga terdorong mundur. Merasa sudah menyadari serangan mematikan itu, korban nekat untuk melawan dengan tangan kosong.

“Saya baru bisa bangun dan sudah niat bismillah saja melawan dengan tangan kosong,” jelasnya.

Tetiba dari dalam rumah, keluar sang istri yang berteriak histeris melihat ceceran darah pada lantai dan tubuh suaminya.

“Kaget melihat ada kucuran darah lalu teriak ‘maling maling!’, di situ pelaku mulai ketakutan aksinya diketahui warga sehingga mencoba melarikan diri,” katanya.

Tak jauh dari rumah korban ada empat pemuda yang mendengar teriakan istri korban dan berusaha mengejar pelaku. Pemuda tersebut berhasil menendang kendaraan pelaku hingga kendaraan Honda Beat plat A 3005 VH ditinggalkan di lokasi. Namun pelaku dapat kabur setelah mengancam membacok warga lain yang berusaha menangkap.

Kemudian kedua pelaku kabur dengan mengancam sopir kopas di depan Komplek Widara yang bersebelahan dengan Pasar Induk Rau, Kota Serang.

Mendapat luka serius pada bagian kepala, akhirnya warga bersama RT setempat melarikan korban ke Rumah Sakit Kencana, Serang. Melihat luka bacok cukup dalam, pihak medis merujuk korban ke rumah sakit lain. Korban akhirnya menjalani operasi di Rumah Sakit Bedah, Benggala, Kota Serang.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Kota.

“Motif dari kejadian ini masih dikembangkan pihak kepolisian. Saya tetap yakin kalau dua pelaku ini adalah orang-orang kiriman ‘seseorang’,” tandasnya.

Di konfirmasi terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata mengaku masih menyelidiki kasus tersebut. “Masih kami selidiki. Tunggu tim sedang melakukan penyelidikan,” kata Indra.

Untuk barang bukti berupa Honda Beat plat A 3005 VH masih diamankan di Polsek Serang. ***

Sumber: Banten News.co.id

Editor: Amran

x

Check Also

Terjaring Razia di Tempat Karaoke, Polres Rohil Gelandang UK dan LS

Rokan Hilir – Selesai sudah nasib KH alias Udin Kopau (35) dan LS (16), mereka ...