SumatraTimes.co.id – Belakangan ini fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan klinik kesehatan sepi pengunjung. Apa lagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pratomo Bagansiapiapi, tempat dua suspect vorona virus di inapkan, sepi pengunjung.
Masyarakat juga banyak yang memborong obat-obatan jalan, seperti obat batuk, demam, malaria, flu, pilek, serta vitamin, yang menyebabkan obat-obatan tersebut langka dipasaran, dan harga jual juga meningkat.
Juru Bicara Gugus Tuggas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemkab Rohil H Ahmad, mengatakan hendaknya masyarakat tidak mengunakan obat-obat jalan. Sebaiknya, kata Ahmad, mempergunakan obat-obat yang sudah direkomendasikan oleh dokter.
Ditengah situasi corona virus saat ini, kata Ahmad, hendaknya masyarakat tetap berobat ke fasilitas kesehatan, dan tidak mengunakan obat-obatan dari toko dan apotik tanpa ada resep dari dokter faskesnya.
“Kalau ada anak, atau saudara yang sakit tetaplah berobat ke faskes. Jangan memeriksa berdasarkan perkiraan-perkiraan. Harus diperksa di faskes dan gunakan obat dari faskes,” kata Ahmad, yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Rohil tersebut.
Dikatakan Ahmad, apa lagi jika anak-anak, dan atau saudara mengalami demam panas, atau batuk-batuk, ditengah kondisi darurat corona virus di Indonesia saat ini. Dari penjelasan Ahmad, Pemkab Rohil sangat mewanti-wanti jika ada anak-anak atau dewasa mengalami gejala mirip corona virus.
“Kalau diperiksa di faskes, mereka akan kita periksa kesehatannya, juga dicatat riwayat perjalanannya. Sebelum mengalami demam, anak tersebut jalan ke mana saja. Siapa saja yang ada disekitarnya. Dari situ nanti akan dapat dilakukan langkah-langkah selanjutnya,” terang Ahmad.
Sebab itu, kata Ahmad, meski ditengah situasi corona saat ini, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan harus tetap berobat ke fasilitas kesehatan. “Jadi kalau sakit tetaplah berobat ke faskes yang ada,” pungkas Ahmad. ***
Editor/Penulis: Amran









