• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri
Jumat, Januari 23, 2026
SumatraTimes
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Kabar Sumatera
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Parit Jalan KH. M.Yusuf Kepenghuluan Darussalam di Normalisasi 

    Parit Jalan KH. M.Yusuf Kepenghuluan Darussalam di Normalisasi 

    Sutrisno: Jangan Jual Kalimat Counter Berita demi Uang 50 Ribu, Ingat Harga Diri

    Sutrisno: Jangan Jual Kalimat Counter Berita demi Uang 50 Ribu, Ingat Harga Diri

    Korban Bantah Klarifikasi ME Terkait Pinjaman Pensiunan PNS

    Korban Bantah Klarifikasi ME Terkait Pinjaman Pensiunan PNS

    Tidak Memenuhi Syarat, Maki Minta Menteri Imipas Batalkan Pembebasan Setya Novanto 

    Dewas KPK Panggil MAKI, Kasusnya Apa?

    Bupati Kasmarni Sambut Kedatangan Danrem 031 Wira Bima di Makodim

    Bupati Kasmarni Sambut Kedatangan Danrem 031 Wira Bima di Makodim

    Gaji Pensiunan PNS Raib melalui Aplikasi Kantor Pos, DPR Bengkalis Angkat Bicara

    Gaji Pensiunan PNS Raib melalui Aplikasi Kantor Pos, DPR Bengkalis Angkat Bicara

    Bupati Kasmarni Pantau Langsung Inovasi Dishub & Kunjungi Armada Baru

    Bupati Kasmarni Pantau Langsung Inovasi Dishub & Kunjungi Armada Baru

    Berhasil Ungkap Sabu Terbesar di Riau, Personil Sat Narkoba Polres Rohil Raih Penghargaan

    Berhasil Ungkap Sabu Terbesar di Riau, Personil Sat Narkoba Polres Rohil Raih Penghargaan

    Remaja Sinaboi Unjuk Bakat di Pentas Seni dan Budaya

    Remaja Sinaboi Unjuk Bakat di Pentas Seni dan Budaya

  • Sosial
  • Politik/Parlemen
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Kabar Sumatera
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
    Parit Jalan KH. M.Yusuf Kepenghuluan Darussalam di Normalisasi 

    Parit Jalan KH. M.Yusuf Kepenghuluan Darussalam di Normalisasi 

    Sutrisno: Jangan Jual Kalimat Counter Berita demi Uang 50 Ribu, Ingat Harga Diri

    Sutrisno: Jangan Jual Kalimat Counter Berita demi Uang 50 Ribu, Ingat Harga Diri

    Korban Bantah Klarifikasi ME Terkait Pinjaman Pensiunan PNS

    Korban Bantah Klarifikasi ME Terkait Pinjaman Pensiunan PNS

    Tidak Memenuhi Syarat, Maki Minta Menteri Imipas Batalkan Pembebasan Setya Novanto 

    Dewas KPK Panggil MAKI, Kasusnya Apa?

    Bupati Kasmarni Sambut Kedatangan Danrem 031 Wira Bima di Makodim

    Bupati Kasmarni Sambut Kedatangan Danrem 031 Wira Bima di Makodim

    Gaji Pensiunan PNS Raib melalui Aplikasi Kantor Pos, DPR Bengkalis Angkat Bicara

    Gaji Pensiunan PNS Raib melalui Aplikasi Kantor Pos, DPR Bengkalis Angkat Bicara

    Bupati Kasmarni Pantau Langsung Inovasi Dishub & Kunjungi Armada Baru

    Bupati Kasmarni Pantau Langsung Inovasi Dishub & Kunjungi Armada Baru

    Berhasil Ungkap Sabu Terbesar di Riau, Personil Sat Narkoba Polres Rohil Raih Penghargaan

    Berhasil Ungkap Sabu Terbesar di Riau, Personil Sat Narkoba Polres Rohil Raih Penghargaan

    Remaja Sinaboi Unjuk Bakat di Pentas Seni dan Budaya

    Remaja Sinaboi Unjuk Bakat di Pentas Seni dan Budaya

  • Sosial
  • Politik/Parlemen
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile
No Result
View All Result
SumatraTimes
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Arkeolog Temukan Bekas Istana Wakil Raja Majapahit Bhre Wengker

17 September 2020
in Berita Utama

Ekskavasi Situs Kumitir di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang berlangsung pada 4 Agustus - 9 September 2020. foto: tempo.co

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

SumatraTimes.co.id – Ketua tim ekskavasi Situs Kumitir, Wicaksono Dwi Nugroho, menarik kesimpulan awal bahwa situs di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto merupakan bekas puri Bhre Wengker.

Ekskavasi tahap pertama Situs Kumitir dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur pada 4 Agustus hingga 9 September 2020. Bhre Wengker sendiri ialah wakil Raja Majapahit yang berkuasa di daerah selatan, meliputi Tulungagung, Trenggalek dan Ponorogo.

Dari temuan struktur talud, dinding, artefak, dan inskripsi di lokasi penggalian selama satu bulan ini, Wicaksono kemudian mencocokkan dengan isi naskah Negarakertagama, Pararaton, Kidung Wargasari, sketsa rekonstruksi Maclaine Pont, sketsa rekonstruksi Stutterheim pada 1949, sketsa rekonstruksi Pigeaud, dan peta Kromodjojo Adinegoro pada 1921.

“Dugaan kami sementara, Situs Kumitir ialah bekas puri atau pesanggrahan Bhre Wengker,” kata Wicaksono di lokasi ekskavasi, Sabtu sore, 12 September 2020.

Berdasarkan Negarakertagama, kata Wicaksono, Bhre Wengker atau Wijayarajasa membangun pendharmaan di kompleks puri untuk Narasinghamurti atau Mahesa Cempaka yang meninggal setelah 1268.

Mahesa Cempaka, anak Ken Arok dari Ken Dedes, masih terhitung leluhur Bhre Wengker. “Karena Mahesa Cempaka bukan seorang raja, oleh Bhre Wengker ia dibuatkan candi tapi tidak besar,” katanya.

Wicaksono mengimbuhkan, berdasarkan Negarakertagama, Pararaton dan Kidung Wargasari, semula tim arkeolog berasumsi bahwa Situs Kumitir ialah bekas pendharmaan Mahesa Cempaka.

Namun, hasil penggalian selama satu bulan ini menuntun dia pada kesimpulan awal bahwa pendharmaan hanya bagian kecil dari situs seluas 6 hektare itu. Sebab, dari hasil ekskavasi, diketahui bahwa di sisi barat terdapat bekas-bekas dinding tembok setinggi 2,3 meter dengan tebal 2 meter.

Di sektor A, tim ekskavasi juga menemukan batu-batu kotak yang tercerai berai, batu-batu putih yang telah rusak, bolder dan selubung tiang. Banyaknya temuan genteng di sektor A, B, C juga membuat Wicaksono dan kawan-kawan ragu bahwa Situs Kumitir hanya pendharmaan semata.

“Cenderung pada bangunan besar menjulang tinggi beratap genteng dan berlatai batu putih. Sebab kalau candi, tidak mungkin ada genteng,” katanya.

Ihwal Situs Kumitir merupakan kompleks puri, ujar Wicaksono, diperkuat pula oleh temuan struktur benteng yang mengelilingi bangunan utama. Di tiap sudutnya terdapat gardu penjagaan.

“Kami penasaran, bangunan apa ini kok istimewa banget, sampai dijaga begitu ketat,” katanya.

Menurut Wicaksono, interpretasi itu klop dengan isi Negarakertagama yang menyebut puri Bhre Wengker sebagai ‘istana ajaib’. Di teks itu juga terdapat kata-kata ‘teratur rapi semua perumahan di benteng timur. Di timur menjulang Istana Wengker dan Rani Daha, bersebelahan dengan Istana Matahun dan Rani Lasem.’

Wicaksono mengatakan telah mengukur sudut Kumitir dengan puncak Gunung Penanggungan sebagai mikrokosmis Majapahit. Selain Penanggungan, ia juga mengukur sudutnya dengan Candi Bajangratu.

Menurut Wicaksono, dari pengukuran-pengukuran itu terdapat kesesuaian.

“Sehingga kami berkesimpulan di Wilwatiktapura (Majapahit), selain ada istana buat raja, juga ada tempat-tempat yang disediakan untuk para bhre sebagai istana singgah,” kata Wicaksono.***

Sumber: Tempo.co
Editor: amran

ShareTweetSend
SumatraTimes

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Galeri

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
    • Kabar Desa
    • Kabar Riau
    • Kabar Sumatera
    • Hukum Kriminal
    • Infotorial
    • Pekanbaru
    • Kabar Sekolah
  • Pemerintahan
  • Sosial
  • Politik/Parlemen
  • Travelling
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Galeri
    • Serba Serbi
    • Penyejuk Qalbu
    • tokoh/profile

© 2023 SumatraTimes
Developed by webee.