Home » Berita Utama » Kronologi Bentrokan FPI-Polisi versi Pengacara FPI
Kuasa Hukum Muhammad Rizieq Syihab, Aziz Yanuar. foto merdeka.com

Kronologi Bentrokan FPI-Polisi versi Pengacara FPI

SumatraTimea.co.id – Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar menyebut kepolisian melakukan dua kali pengadangan terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) sebelum di Tol Cikampek.

Aziz mengatakan, polisi dua kali berupaya mengadang rombongan Rizieq Syihab saat hendak menghadiri pengajian keluarga pada Senin (7/12) subuh itu.

“Informasinya tadi malam itu pada dini hari ada upaya pengadangan kepada Habib Rizieq dan keluarganya. Kemudian juga ada pengawal-pengawal beliau. Kemudian juga di tengah jalan itu manuver menurut informasi yang saya dapat karena saya tidak di lokasi, ada upaya tersebut,” kata Azis di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

Dia mengatakan, upaya pengadangan pertama dilakukan polisi di daerah Cikunir. Pengadangan itu menurut dia berlanjut di Kilometer 50 Tol Cikampek hingga membuat salah satu mobil berisi 6 orang terpisah dari rombongan Rizieq Syihab.

“Upaya yang pertama kalau tidak salah di Cikunir. Upaya Yang kedua di KM 50 tersebut. Terhadap salah satu kendaraan pengawal itu ada informasi penembakan ke mobil tersebut sehingga kehilangan kendali dan mengikuti rombongan lainnya terpisah gitu,” ujar dia.

Dia mengungkapkan bahwa, hingga pukul 12.00 WIB, pihaknya belum mengetahui rombongan satu mobil yang terpisah akibat diadang kepolisian tersebut. Dia menyebut baru mengetahui hal itu setelah kepolisian daerah Polda Metro Jaya melakukan keterangan.

“Jadi sampai detik ini sampai jam 12 tadi kita belum tahu. Tapi informasi dari Polda mengatakan mereka-mereka telah terbunuh kami sangat menyesalkan hal itu terjadi karena harusnya kekerasan tidak menjadi opsi,” kata dia.

Namun dia meragukan keterangan polisi terkait senjata dibawa mobil yang terpisah dari rombongan tersebut. Sebab keterangan dari pihaknya mobil yang terpisah itu tak membawa senjata apapun.

“Kita belum bisa komentar lebih lanjut karena masih akan mengecek tapi menurut hemat kami tidak seharusnya sajam direspon dengan senpi apalagi sampai menimbulkan kematian,” tukas dia.

Aziz mengungkapkan masih berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat FPI terkait kasus penembakan terhadap laskarnya. Termasuk mengambil langkah hukum menyusul tindakan kepolisian tersebut. “Kita masih berrkoordinir dengan DPP FPI,” ujar dia.

Koordinasi juga dilakukan terkait menelusuri keberadaan enam orang yang terpisah dari rombongan Rizieq Syihab. Menurut dia, DPP FPI hingga kini masih mencari enam orang kadernya itu.

“Setahu saya hanya 6 orang itu aja. Setahu saya ada 6 orang itu informasinya satu mobil,” tandasnya.

Versi Polisi
Polisi sebelumnya mengungkapkan terjadi bentrok antara anggota Polda Metro Jaya dan pengikut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 pada Senin (7/12) dini hari.

Bentrok itu terjadi saat anggota Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kabar pihak mengkoordinir massa untuk menghadiri pemeriksaan Rizieq Syihab terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan kronologi kejadian bentrok tersebut. Dia mengatakan, kejadian itu berawal ketika anggota Polda Metro Jaya menelusuri kabar pihak mengkoordinir massa Rizieq sekitar pukul pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta Cikampek, KM 50.

Menurut dia, informasi pengerahan massa itu didapat polisi dari pelbagai sumber termasuk pesan di grup percakapakan WhatApps. Namun saat itu terjadi penyerangan terhadap enam anggota Polda Metro Jaya yang menelusuri informasi tersebut.

“Berawal dari informasi bahwa akan terjadi penyerangan masa saat MRS diperiksa di Polda Metro Jaya dari berbagai sumber, termasuk media mungkin dapat dari WA grup, akan ada pengerahan kelompok massa untuk kawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya,” kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

Fadil menuturkan polisi kemudian bertemu dengan salah satu kendaraan di ruas jalan tol. Ketika anggota Polda Metro Jaya membuntuti mobil itu mempepet dan melakukan penyerangan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Kepolisian pun melepaskan tembakan. Enam orang meninggal dunia lokasi kejadian. Sementara empat orang lainnya kabur.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang ada enam orang yang meninggal dunia,” ungkap Fadil.

Sementara itu Tim Kuasa Hukum Rizieq, Aziz Yanuar memberikan keterangan berbeda. Dia menyebut ada peristiwa pengadangan terhadap rombongan Rizieq. Dia menyebut enam laskar pengawal Rizeq diculik.

“Bahwa semalam IB (Imam Besar) dengan keluarga termasuk cucu yang masih balita, menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi. Sekali lagi ini pengajian subuh internal khusus keluarga inti,” kata Aziz.

Aziz melanjutkan, dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, rombongan diadang oleh preman atau orang tak dikenal.

“Para preman OTK yang bertugas operasi tersebut mengadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga. Hingga saat ini para pengadang berhasil melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK bertugas operasi,” katanya.***

Sumber: merdeka.com
Editor: Amran

 

x

Check Also

Kabupaten Rokan Hilir di Tunjuk Sebagai Tuan Rumah Peringatan Hari Riau Bertanjak

Sumatratimes.co.id – Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Delsi Hendria A’md bekerjasama dengan ketua Tanjak Kabupaten ...